Pejabat Adu Tanding Pantun « Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Sumatera Selatan
 
Pejabat Adu Tanding Pantun
Pejabat Adu Tanding Pantun
Sriwijaya Post – Selasa, 9 Februari 2010 20:00 WIB

Itulah pantun indah yang dituturkan Presiden SBY pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-64, Selasa (9/2). Sebelumnya para pejabat seperti berlomba membuat pantun indah di perhelatan kalangan pers itu.
Dalam  kegiatan yang dihadiri Ketua MPR RI Taufik Kiemas, Ketua DPR RI H Marzuki Ali, para duta besar negara sahabat dan Menteri Kabinet Bersatu (KIB) II, brangkali berbeda dengan HPN sebelumnya.

Suasana yang tadinya tampak formal, menjadi buyar seketika, manakala masing-masing pejabat dan Ketua Umum PWI “adu tanding” pantun. Dan kalau diamati, ada juga yang tidak nyambung.
Bermula dari Ketua Umum PWI Pusat Margiono, dipengujung pidatonya ia mengucapkan pantun Sri Mulyani Makan sirih, cukup sampai disini dan terima kasih.” langsung disambut aplus undangan.
Mendengar Ketua Umum PWI berpantun, Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH, usai

menyampaikan sambutan, sepertinya mantan bupati Muba ini pun tidak mau ketinggalan. Ia pun membalas syair pantun, dan kontan undangan pun tertawa dan memberikan aplus. “Bunga selisih di atas Nampan, terima kasih wartawan,” katanya.

Begitu Alex Noerdin turun dari panggung dan MC mempersilahkan Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Tifatul Sembiring memberikan sambutan, ia langsung mengucapkan salam. Sayangnya, salam yang diberikan begitu direspon. Maka Tifatul Sembiring pun mengatakan, “Bulan Ramadhan bulan Selamat, bulan Zulhijjah bulannya Haji, kalau salam tidak dijawab semangat, kita ulangi sekali lagi,” kata Tifatul yang mendapat aplusan undangan dan menjawab salam dengan semangat, saat Tifatul minta mengulangi lagi.

Publik sudah banyak yang mengetahui, kalau politisi asal PKS ini diberi gelar “Menteri Pantun” karena memang, ia jago soal pantun, yang kononnya belajar dar polisi Sumsel Drs H Iqbal Romzi yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Sumsel. Begitu selesai sambutannya, lagi-lagi Tifatul berujar, “Pak Syofan memegang tasbih, cukup sekian dan terima kasih,” ujar dengan tersenyum mengakhiri pidatonya.

Tiga orang sudah berbalas pantun, Presiden SBY pun mau tidak mau membeli pantun yang dijual Ketua PWI, Gubernur Sumsel dan Menterinya sendiri. Di tempat duduknya, SBY terlihat mengorek-orek penanya di atas kertas. Lalu kertas itu dibawa ke atas podium. Benar saja, begitu selesai pidato yang menyatakan akan berbalas pantun. “Burung Kedasih dari Pagaralam hingga ke Sekayu, terima kasih para wartawan dan Thank You,” kata SBY yang juga mendapat aplus dan tawa undangan.

Namun sayang bagi Kanwil Depag Sumsel Drs H Najib Khaitami MM, ia tidak bisa berbalas pantun, lantaran jatahnya hanya menbaca doa penutup. sripo


Drs. Hasyim Irianto, SH
Kapolda Sumsel
Bagaimana Menurut Anda Pelayanan Polda Sumsel ?
View Results
Anda Pengunjung Ke
66848
  • ▄ PETA SATWIL ▄